Selamat datang, my brother and sista rohimakumulloh..

Cari Blog Ini

Minggu, 16 Mei 2010

RISALAH HATI

RISALAH HATI

Kasih, dengarkanlah aku, dengarlah hatimu bicara…

Ya kasihku, aku adalah hatimu, aku selalu berbicara, adakah kau dengar suaraku? Adakah kau dengar suaraku dibising keramaian pikiranmu? Bila saja kau mau, akan kuceritakan semua yang ingin kau ketahui, akan kuajari kamu semua yang ingin kau mengerti, akulah yang selama ini kau cari. Aku selalu disini, ada untukmu, tak usahlah kau cari-cari aku kesana kemari. Semua yang kau pelajari dari buku dan guru-gurumu hakikatnya adalah untuk mencari aku, lalu kenapa kau masih berdiam disitu dikeriuhan dan kesibukan mencari aku. Aku disini, dihatimu.

Kasih, aku tau betapa pandainya dirimu, aku tau berapa banyak waktu yang telah kau habiskan untuk belajar, aku tau berapa banyak yang telah kau persembahkan atas nama ilmu pengetahuan, bila saja kau mau mendengar aku tak perlulah kau lakukan pekerjaan sia-sia itu. Ya, tak perlu. Apakah aku terdengar begitu sombong bagimu yang telah banyak belajar tentang kerendahan hati? Kasih, akulah sang hati, bagaimana bisa kau mengajarkan aku tentang kerendahanku? Akulah hatimu, marilah kita bicara.

Kasih, bila telah kau dengar suaraku, ikutilah aku, akan kubawa kau ketempat dimana bunga-bunga warna-warni bermekaran sepanjang waktu menebarkan wewangian yang tiada henti, dimana langitnya dipenuhi pelangi silih berganti, dimana anginnya behembusan semilir sejuk membelai lembut sanubari, dimana lagu-lagu yang mengalun terdengar laksana selaksa doa dari seluruh penjuru dunia, dimana kenikmatan makanannya seperti hidangan mewah yang dihadapkan pada yatim yang kelaparan. Ayo dengarkanlah aku…

Kasih aku mengerti betapa sulit kau kau dengar aku, betapa sulitnya kau meyakini aku, aku tau betapa gemerlap dunia ini menyilaukan matamu, aku tau betapa kebisingan sekelilingmu ini memekakkan telingamu, aku tau itu sayang, tak mudah bagimu untuk sekedar menoleh sejenak kearahku, aku tau. Aku tau begitu kuatnya keinginan-keinginan dan harapan semu itu membelenggumu, aku tau betapa tak berdayanya dirimu saat dibumihanguskan oleh amarah, aku tau betapa pasrahnya dirimu dalam rengkuhan nafsu atas nama cinta, aku tau betapa naifnya kamu berusaha berlaku tulus dengan hasrat menggebu menggelayuti pikiranmu, aku tau deritamu, aku mengerti kepedihan siksa keterpisahanmu dariku, Kasih aku tau semua itu sayang, oh sayangku, berhentilah menganiaya dirimu, disitulah keakuan dan kesombonganmu membentangkan jarak antara kita, disanalah ujian cintamu berada, disitulah bukti agar kau layak menjadi kekasihku.

Kasih, semua yang kau pelajari itu akan selamanya hanya menjadi pengisi kepala dan penghias bibirmu sampai saat kita bicara, sampai saat kau dengar suaraku dan kau menyangka bahwa suaraku adalah suaramu.

Ranu Mulyana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar